Tiga Alasan kenapa Sering Pura-pura Bahagia Malah Bisa Hancurkan Hidupmu

Tiga Tips dari Sosiolog sehingga Persahabatan Bisa Selalu Langgeng

Tiga Alasan kenapa Sering Pura-pura Bahagia Malah Bisa Hancurkan Hidupmu

Karena alasan tidak ingin mengkhawatirkan keluarga, atau karena tak ingin di anggap bikin drama, sering kali kamu menyimpan rapat masalah yang sedang kamu hadapi, dan berpura-pura terlihat bahagia di depan orang banyak.

Ternyata, kebiasaan untuk berpura-pura kalau kamu sedang baik-baik saja, padahal kenyataannya tidak demikian, itu gak baik, lho! Malah bisa menghancurkan hidupmu. Dan di lansir dari cjoutback.com, ini beberapa alasan kenapa pura-pura bahagia itu gak bagus.

1. Kamu jadi terbiasa untuk mengingkari kenyataan

Di kutip dari laman Club388 Deposit OVO, suatu masalah gak akan bisa di selesaikan, atau kamu akan sulit mencari akar permasalahan, kalau masalah itu malah di sangkal. Dengan berpura-pura bahagia, sama saja kamu mengingkari kenyataan, kalau kamu memang sedang gak baik-baik saja. Ada masalah yang menghantui pikiran dan terus membebani hatimu.

2. Jadi sulit mengenali emosi diri mu sendiri

Manusia sudah dari sananya tercipta dengan beragam emosi. Hal itulah yang membuat manusia begitu kompleks dan unik. Dengan mengenali diri sendiri, hidupmu jadi lebih terarah dan akan mudah untuk bahagia. Kamu jadi tahu, mana yang kamu suka dan tak suka, mana yang bikin kamu nyaman dan terganggu.

Jika kamu terbiasa untuk mengabaikan rasa sedih atau marah yang kamu rasakan, lama-lama kepekaan emosimu jadi tumpul. Kamu jadi sulit mengenali hal-hal apa saja yang sebenarnya kamu gak mau lakukan atau gak bikin diri mu tenang.

3. Terjebak pada sikap mengecilkan nilai diri

Hidup akan terasa sulit, kalau kamu mengabaikan nilai diri sendiri. Dan ini bisa terjadi, jika kamu terbiasa untuk ‘nggak apa-apa’, padahal memang ada ‘apa-apa’.

Saat temanmu berkata kasar atau menyinggung, alih-alih kamu menegurnya, tapi malah memendam dalam hati. Merasa gak enak kalau kamu berbicara terbuka padanya.

Karena di diamkan saja, temanmu itu akan terus menyakiti. Entah karena memang gak peka, bahwa apa yang di ucapkan itu telah menyinggung mu, atau malah sengaja, karena memang ingin merendahkan diri mu.

Jika kamu gak bisa menilai dirimu sendiri dengan objektif, orang pun akan mudah memanfaatkan dan menyakitimu. Kamu akan jadi sasaran empuk bagi pribadi-pribadi yang tak baik.