Sederet Fakta Terkait Alergi Makanan pada Kucing, yang Perlu Kamu Tahu

Sederet Fakta Terkait Alergi Makanan pada Kucing, yang Perlu Kamu Tahu

Sederet Fakta Terkait Alergi Makanan pada Kucing, yang Perlu Kamu Tahu – Makanan adalah sumber energi bagi makhluk hidup, tak terkecuali kucing. Seperti yang kita tahu, banyak pakan kucing tersedia dalam bermacam bentuk dan pilihan.

Namun, tahukah cat owner bahwa kucing termasuk mampu menderita alergi makanan? Makanan tertentu mampu sebabkan reaksi alergi yang dapat sebabkan kucing kesayangan mengalami gatal-gatal parah dan problem kulit yang lain.

Supaya lebih jelas tentang alergi makanan terhadap kucing, yuk liat fakta-fakta berikut!

1. Apakah yang di maksud dengan alergi makanan?

Di lansir VCA Hospitals, alergi makanan di definisikan sebagai reaksi yang di sebabkan oleh sistem imun terhadap protein tertentu dalam pakan. Protein yang mampu jadi penyebab munculnya alergi, atau di sebut dengan allergen, umumnya berasal dari sapi, ikan, ayam, dan product susu.

Pemahaman terhadap mekanisme terjadinya alergi makanan sudah banyak di ketahui, tapi penyebab alergi masih belum bisa di pastikan. Sampai kala ini, masih belum bisa di mengerti mengapa seekor kucing mampu mengalami alergi makanan dan kucing yang lain tidak.

2. Perbedaan intoleransi dan alergi makanan

VCA Hospitals melansir, adverse food reaction (AFR) atau reaksi pakan yang tidak di inginkan secara simpel di bagi jadi dua, yakni intoleransi dan alergi makanan.

Intoleransi makanan di gunakan untuk mendefinisikan cakupan problem pencernaan yang lebih luas, tanpa melibatkan reaksi dari sistem imun.

Alergi makanan adalah arti untuk reaksi sistem imun pada allergen yang manifestasinya muncul di kulit, kadangkala termasuk di sertai tanda-tanda pencernaan.

3. Gejala alergi makanan yang sering muncul

Cornell Feline Health Center melaporkan, gejala alergi makanan yang kerap terlihat pada kucing adalah gatal yang berbentuk persisten, munculnya luka di kulit, rambut rontok atau alopecia, serta rusaknya rambut secara umum.

Terutama hal yang wajib di sadari, bahwa gejala selanjutnya tidak terlihat dalam kurun waktu singkat. Karena menyesuaikan dengan proses imun kucing. Yang perlahan mengalami peningkatan melawan protein spesifik penyebab alergi makanan. Gejala alergi makanan umumnya bakal terlihat sehabis sebagian bulan atau sebagian tahun pasca paparan allergen.