Sederet Fakta Lingkaran Kematian, Fenomena Unik oleh Semut Buta

Sederet Fakta Lingkaran Kematian, Fenomena Unik oleh Semut Buta

Sederet Fakta Lingkaran Kematian, Fenomena Unik oleh Semut Buta – Apakah kamu menyadari tersedia fenomena mengerikan yang mampu di alami para semut? Di namakan lingkaran kematian, para semut akan berputar terus hingga mereka pada kelanjutannya mati.

Fenomena ini tidak berlangsung begitu saja, tapi terkandung penjelasan ilmiah di dalamnya. Berikut ini fakta-fakta di balik kejadian langka tersebut.

1. Lingkaran kematian di alami semut-semut yang buta

Seperti yang sempat di sebutkan bahwa lingkaran kematian pada semut merupakan perihal langka. Itu berarti fenomena ini tidak berlangsung setiap saat. Faktanya hanya beberapa jenis semut yang sanggup seperti ini dan biasanya lingkaran kematian di tunaikan oleh jenis semut yang buta. Salah satu jenis semut berikut yang sempat di sebut NPR adalah Labidus praedator.

Labidus praedator sendiri adalah jenis semut yang sepenuhnya buta. Mereka bergerak memakai saran bau berasal dari semut-semut yang berada di depannya. Saat mengikuti jejak itu, semut tentara berikut akan menanggalkan kembali jejak kimia sehingga sanggup di ikuti semut yang lain. Kurang lebih seperti itu siklus pergerakan mereka.

2. Fenomena ini terjadi karena jejak kimia itu hanya terus berputar

Dari masalah bau ini, anda selayaknya sudah bisa menebak apa yang berjalan pada lingkaran kematian semut. Benar sekali, jejak kimia dan bau yang di gunakan di dalam pergerakan Labidus praedator tidak mengarahkan mereka ke satu area dan hanya berputar saja. Itu membuat kemunculan lingkaran itu.

Umumnya ini berjalan andaikan sang pemimpin salah mengimbuhkan atau kehilangan jejak tersebut, entah karena bermacam alasan, layaknya terhapus dengan jejak lain. Saat semut yang di depan menjadi berputar dan memotong jejak lamanya, semua pasukan bakal mengikuti wejangan itu dan pada selanjutnya mereka semua terjerat di dalam lingkaran tak berujung sampai mati.

3. Sudah di ketahui sejak 1944

Fenomena lingkaran kematian seluruh ini pertama kali di sebutkan oleh Theodore C. Schneirla dari American Museum of Natural History. Dia menyebutnya sebagai penggilingan melingkar dan tunjukkan semut sanggup terjebak dengan suatu cara yang tidak pernah di lakukan manusia.

Jika di amati dari penjelasan terjadinya lingkaran kematian pada semut-semut ini, tersedia kesan pemimpin semut menjadi sumber masalah. Kenyataannya tidak. Semut pemimpin itu pun merupakan korban dari suatu kecelakaan.