Berita Terkini, Eijkman Temukan 4 Varian Lokal Virus Corona di Indonesia

Berita Terkini, Eijkman Temukan 4 Varian Lokal Virus Corona di Indonesia

Berita Terkini, Eijkman Temukan 4 Varian Lokal Virus Corona di Indonesia

Berita Terkini, Eijkman Temukan 4 Varian Lokal Virus Corona di Indonesia – Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman di dalam penelitiannya mendapatkan mutasi lokal varian COVID-19 di Indonesia. Di lansir dari laman cjoutback.com, Direktur LBM Eijkman, Amin Soebandrio menyatakan empat mutasi lokasi COVID-19 itu sudah di temukan pada 2020 lalu.

“Mutasi lokal ada, artinya varian yang kita sebut lokal itu varian yang dominan di Indonesia, di luar negeri juga ada tetapi jumlahnya sedikit, yang lebih banyak di Indonesia,” ujar Amin.

Di kutip dari laman idn poker88, Amin menyatakan mutasi lokal itu belum di beri nama layaknya alpa, beta dan delta. Keempat mutasi lokal itu baru di beri no yaitu B14662, B1470, B11398, B1459.

“Belum di kasih nama, baru dalam angka-angka, yang paling banyak sih 14662, itu yang paling banyak,” ucapnya.

1. Gejala yang di timbulkan virus COVID mutasi lokal

Amin menjelaskan gejala yang di timbulkan orang yang terpapar COVID-19 mutasi lokal itu tak jauh berbeda dengan kemunculan virus corona di awal 2020. Menurutnya, keempat mutasi lokal itu belum masuk kategori berbahaya.

“Gejalanya kalau yang varian lokal Indonesia di temukan juga dari tahun lalu, jadi gejalanya sama dengan yang lainnya, jadi gak ada gejala khusus, sejauh ini keempat varian lokal Indonesia itu belum di kaitkan dengan sifat-sifat yang macam-macam,” katanya.

Menurutnya, mutasi lokal itu tak seganas dengan varian alpa, beta dan delta. “Iya, sama sekali tidak masuk dalam varian concern,” ujarnya.

2. Sudah tersebar di seluruh Indonesia

Amin mengatakan mutasi lokal COVID-19 itu sudah tersebar di Indonesia. Menurutnya, mutasi lokal juga sudah menyebar di sekitar provinsi Nusa Tenggara.

“(Selain Jawa-Bali), sudah sampai di Sumatra, Kalimantan sudah ada, bahkan beberapa sampai ada di Nusa Tenggara, sudah tersebar di Indonesia,” katanya.

3. Eijkman sebut ada 190 warga DKI terpapar COVID-19 varian Delta

Sebelumnya, Amin Soebandrio mengatakan penelitian mutasi varian COVID-19 itu melalui metode Whole genome sequencing (WGS).

Meski demikian, Eijkman data yang sudah masuk WGS kini masih di angka sekitar 2.500 sampel. Amin mengatakan data tersebut masih jauh di bawah kasus aktif COVID-19 yang kini sudah melebih 2 juta kasus.

“Data yang kami miliki, ini virus yang di sequence ya, artinya belum tentu mewakili keseluruhan virus yang beredear karena kan jumlah kasus sehari kan sekarang bisa tinggi sekali,” ucapnya.

Lebih lanjut, Amin mengatakan dari hasil WGS itu, tercatat varian Delta lebih banyak di banding mutasi alpa dan beta.

“Yang sudah di sequence itu kelihatan sekali bahwa varian delta ini semakin mendominasi,” ujarnya.

Menurutnya, dari hasil WGS itu, jumlah orang yang positif COVID-19 varian delta sekitar 15 persen. Jumlahnya sekitar 298 kasus.