Berikut Sederet Fakta terkait Hipertensi yang Diderita oleh Kucing Obesitas

Berikut Sederet Fakta terkait Hipertensi yang Diderita oleh Kucing Obesitas

Picture

Berikut Sederet Fakta terkait Hipertensi yang Diderita oleh Kucing Obesitas – Hipertensi adalah salah satu suasana yang umum diderita oleh kucing, terlebih jika mereka mempunyai aspek risiko tertentu. Hipertensi lumayan di khawatirkan sebab bisa menyebabkan bermacam pengaruh samping yang serius.

Sebagai cat owner yang baik, telah menjadi tanggung jawab untuk selalu memastikan suasana kesegaran kucing kesayangannya. Kemampuan cat owner untuk mengetahui gejala hipertensi akan sangat berfungsi untuk menghambat penyakit ini terlambat didiagnosa.

Supaya cat owner lebih mengetahui dengan hipertensi pada kucing, ayo lihat fakta-fakta di bawah ini!

1. Apakah yang di maksud dengan hipertensi?

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara persisten. Kejadian ini lazim di temukan pada kucing dan berpotensi mengancam nyawa.

Kasus hipertensi pada kucing di sebabkan oleh adanya penyakit yang lain yang melatarbelakangi. Feline Cornell Health Center melansir, sebanyak 60 % kucing yang mengalami hipertensi ternyata akibat dari gagal ginjal kronis, 20 % akibat hipertiroid, dan sisanya akibat penyakit lainnya.

2. Kucing tua berpotensi menderita hipertensi

Tidak seperti manusia yang bisa menderita hipertensi karena faktor stres, kucing lebih condong mengalami hipertensi karena penyakit penyerta. Di laporkan oleh VCA Hospitals, penyakit ginjal, hipertiroid, dan jantung menjadi penyebab hipertensi paling umum.

Penyakit selanjutnya biasanya di derita oleh kucing yang sudah jadi beranjak tua. Hipertensi sering kali terlihat pada kucing tua, lebih-lebih yang menderita kelebihan berat badan dan obesitas.

3. Gangguan pada mata bisa menjadi gejala dari hipertensi

Gejala klinis hipertensi yang paling lazim adalah munculnya abnormalitas terhadap mata berwujud pupil melebar, pendarahan di dalam mata, dan kebutaan. Biasanya, kebutaan di sadari oleh cat owner kala kucing kerap menabrak benda-benda kala berjalan.

Di laporkan Feline Cornell Health Center, lebih kurang 15 sampai 40 prosen kucing penderita hipertensi menyatakan gejala saraf berwujud disorientasi, hilang keseimbangan, kejang, perubahan kondisi mental dan perilaku, atau kelemahan anggota gerak. Kejadian ini dapat terjadi kala tekanan darah meningkat bersama dengan terlampau cepat.

4. Pengobatan hipertensi harus rutin

Menurut laporan dari Feline Cornell Health Center, tujuan dari pengobatan hipertensi pada kucing adalah untuk mengurangi risiko kerusakan organ. Obat-obatan di berikan untuk menurunkan tekanan darah sekaligus terapi penyakit utama.

Selama menjalani terapi, kucing harus selalu mendapat pemeriksaan tekanan darah secara reguler. Hal ini untuk memastikan tidak ada kerusakan organ yang berlanjut.