Ayo Kenali Fakta Penyakit Emfisema, yang Menyerang Paru-paru Perokok

Ayo Kenali Fakta Penyakit Emfisema, yang Menyerang Paru-paru Perokok

Ayo Kenali Fakta Penyakit Emfisema, yang Menyerang Paru-paru Perokok

Emfisema adalah salah satu jenis penyakit paru-paru kronis. Pada penyakit ini, alveoli yang merupakan kantung hawa di paru-paru jadi hancur. Di lansir dari laman cjoutback.com, kantung hawa melemah dan kelanjutannya pecah, yang kurangi luas permukaan paru-paru dan jumlah oksigen yang dapat mencapai aliran darah. Akibatnya, seseorang jadi sukar bernapas lebih-lebih di kala berolahraga. Selain itu, emfisema membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya.

Mengutip dari laman idn poker ios dalam┬áHealthline, emfisema adalah salah satu berasal dari dua kondisi paling umum yang termasuk dalam makna penyakit paru obstruktif gawat (PPOK). Di sebut “obstruktif” karena seolah ada sesuatu yang membatasi kelancaran hawa yang masuk dan keluar paru-paru.

Selain emfisema, bronkitis gawat merupakan kondisi PPOK utama lainnya. Emfisema dan bronkitis sering terjadi secara bersamaan. Kedua penyakit ini di sebabkan oleh kerusakan pada paru-paru dan saluran bronkial. Melansir WebMD, emfisema dan bronkitis gawat merupakan penyebab kematian ketiga di Amerika Serikat (AS).

Menurut data berasal dari American Lung Assocition (ALA), lebih berasal dari 4,5 juta orang di Amerika Serikat terdiagnosis emfisema pada th. 2011, mayoritas usianya selagi diagnosis di atas 65 tahun. Laki-laki dan perempuan membawa risiko yang sama.

Untuk mewaspadai penyakit yang beresiko ini, tersebut fakta-fakta seputar penyebab, gejala, diagnosis, dan juga cara penyembuhan dan pencegahan penyakit emfisema yang perlu kamu ketahui.

1. Merokok tembakau adalah penyebab utama emfisema

Melansir Healthline, merokok tembakau merupakan penyebab utama emfisema. Semakin banyak rokok yang di isap, semakin tinggi risiko seseorang terkena emfisema. Begitu termasuk bersama dengan merokok ganja.

Menurut knowledge berasal dari ALA, rokok membunuh lebih berasal dari 480.0000 masyarakat AS di dalam setahun, dan kurang lebih 80 persen di sebabkan oleh PPOK, termasuk emfisema. Meski begitu, tidak semua orang yang merokok menderita emfisema.

Melansir Medical News Today, penyebab lain emfisema adalah aspek genetik seperti defisiensi antitripsin alfa-1, paparan iritan lingkungan seperti asap rokok, polutan tempat kerja, polusi udara, dan bahan bakar biomassa.

Selain itu, menurut sebuah studi yang terbit tahun 2002, seseorang bersama dengan saluran udara kecil yang sesuai bersama dengan ukuran paru-paru mereka, mungkin berisiko lebih tinggi terkena emfisema, di bandingkan bersama dengan mereka yang miliki saluran udara lebih lebar.

Satu hal lagi, emfisema tidak sanggup di tularkan berasal dari satu orang ke orang lain.

2. Batuk dan sesak napas merupakan gejala awal emfisema

Beberapa orang dengan emfisema kemungkinan tidak menyadari dirinya mengidap penyakit tersebut, bahkan hingga bertahun-tahun. Namun, bila gejala muncul, biasanya di awali dengan batuk dan sesak napas, terutama saat sedang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Gejala tersebut akan terus memburuk hingga sulit bernapas sepanjang waktu, bahkan saat sedang istirahat. Beberapa gejala lainnya yang akan muncul meliputi:

  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Depresi
  • Detak jantung cepat
  • Penderita emfisema kemungkinan juga akan mengembangkan bibir atau kuku abu-abu kebiruan karena kekurangan oksigen. Jika gejala ini muncul, segera cari pertolongan medis.
3. Diagnosis emfisema

Dalam proses diagnosis, dokter akan memeriksa riwayat kesehatan pasien, bertanya apakah pasien seorang perokok atau bukan, atau apakah pasien berada di sekitar asap atau polutan berbahaya baik di rumah maupun di tempat kerja.

Selain itu, melansir Healthline, dokter juga akan melakukan beberapa tes untuk mempermudah diagnosis emfisema seperti:

  • Tes pencitraan: seperti sinar-X dan CT scan untuk melihat paru-paru pasien.
  • Tes darah: untuk menentukan seberapa baik paru-paru pasien mentransfer oksigen.
  • Pulse oximetry: untuk mengukur kandungan oksigen dalam darah pasien.
  • Tes fungsi paru-paru: sering melibatkan meniup alat yang di sebut spirometer untuk mengukur berapa banyak udara yang bisa di hirup dan di keluarkan oleh paru-paru pasien, dan seberapa baik paru-paru pasien mengirimkan oksigen ke aliran darahnya.
  • Tes gas darah arteri: untuk mengukur jumlah darah dan karbon dioksida dalam darah pasien.
  • Elektrokardiogram (EKG): untuk memeriksa fungsi jantung dan menyingkirkan kemungkinan adanya penyakit jantung.