Anak Gajah di CRU Aceh Selatan Tewas, di Sebabkan Oleh Virus EEHV

Anak Gajah di CRU Aceh Selatan Tewas, di Sebabkan Oleh Virus EEHV

Anak Gajah di CRU Aceh Selatan Tewas, di Sebabkan Oleh Virus EEHV

Seekor anak Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) jinak yang ada di Conservation Response Unit (CRU) Trumon, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan, di temukan dalam kondisi telah mati.

Di lansir dari laman cjoutback.com, kabar tersebut telah di benarkan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto. Beliau mengatakan bahwa, anak gajah yang di berikan nama Intan tersebut telah di temukan mati, pada hari Rabu.

“Rabu sore kami mendapatkan informasi dari leader CRU Trumon bahwa anak gajah yang bernama Intan berusia kurang lebih empat tahun di temukan mati,” kata Agus, di kutip dari laman idn poker88, saat di konfirmas pada hari Sabtu.

1. Intan di temukan mati saat akan di berikan makan

Beliau mengatakan bahwa, anak gajah berjenis kelamin betina berusia empat tahun tersebut pertama kali di temukan mati oleh slaah seorang petugas CRU di lokasi kejadian.

“Di temukan mati pada saat akan di berikan makan,” ujar Agus.

2. Di duga Intan terserah virus EEHV

Usai mendapatkan informasi kematian Intan tersebut, tim dokter hewan langusugn di terjunkan ke lokasi untuk mencari tahu penyebab kematiannya.

Hasil otopsi tim dokter, penyebab kematian anak gajah itu di anggap di karenakan terserang virus Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV).

“Di duga gajah Intan itu terserang suatu virus yakni EEHV,” ungkap Agus.

3. Virus EEHV kerap menyerang anak gajah dan bisa memastikannya dalam hitungan jam

EEHV di jelaskan kepala BKSDA Aceh itu, merupakan suatu penyakit yang bisa menyerang gajah secara tiba-tiba, khusus terhadap anak gajah.

“Gajah yang terserang virus tersebut durasi waktunya juga singkat, sekitar empat sampai enam jam. Setelah itu gajah tersebut bisa mati,” imbuhnya.

4. Masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab kematian

Meskipun demikian, pihak BKSDA Aceh masih menunggu hasil pasti penyebab kematian gajah berusia empat tahun tersebut.

Tim dokter hewan di katakan, telah mengambil sejumlah sampel organ dari gajah bernama Intan itu.