Sederet Fakta Terkait Elang Tiram Pemakan Ikan, yang Ada di Indonesia!

Sederet Fakta Terkait Elang Tiram Pemakan Ikan, yang Ada di Indonesia!

Sederet Fakta Terkait Elang Tiram Pemakan Ikan, yang Ada di Indonesia! – Elang tiram atau osprey merupakan salah satu hewan burung pemangsa yang tersebar di seluruh dunia. Burung ini bisa di kenali dari rentang sayapnya yang lebar, juga garis hitam unik yang memanjang di sisi wajah sampai lehernya.

Beda dari burung pemangsa lainnya, elang tiram lebih suka makan ikan. Hal ini sebabkan mereka punyai banyak karakteristik unik yang membuatnya beda.Tahukah anda kecuali burung ini sempat hampir punah akibat penggunaan pestisida?

Simak beberapa fakta menarik terkait elang tiram yang harus anda ketahui berikut ini!

1. Spesies unik yang beda dari elang

Yap, sejatinya elang tiram bukanlah elang. Mereka punyai banyak karakteristik spesial sebagai burung pemangsa pemakan ikan yang membuatnya beda dari keluarga elang. Elang tiram di golongkan ke dalam genus Pandion dan keluarga Pandionidae sebagai spesies tunggal, berbeda dari keluarga elang yang di sebut Accipitridae.

Biarpun begitu, keduanya tetap berkerabat. Mereka masuk ordo Accipitriformes yang meliputi burung-burung pemangsa di urnal dengan sebutan lain aktif di siang hari.

2. Burung “kosmopolitan”

Elang tiram menjadi keliru satu spesies tunggal yang miliki wilayah persebaran di semua dunia tak sekedar Antartika. Salah satu subspesiesnya dapat kamu temukan di Indonesia.

Menurut laman Animal Diversity Web, burung yang juga di sebut elang ikan ini dapat bertahan hidup di mana saja selama ada daerah bersarang yang safe dan dekat bersama perairan dangkal memuat banyak ikan. Sarang mereka biasanya di temukan 3-5 kilometer berasal dari badan air layaknya rawa-rawa, danau, atau sungai.

3. Pemakan ikan dengan penglihatan spesial

Makanan elang tiram hampir seluruhnya terdiri dari ikan. Kalau ikan tengah langka, mereka baru memakan mamalia, burung, atau reptil berukuran kecil.

Burung bersama nama ilmiah Pandion haliaetus ini mempunyai penglihatan yang sudah beradaptasi untuk mendeteksi objek di dalam air dari udara. Dicatat laman Animalia, mereka sanggup memandang ikan di dalam air ketika posisinya 10-40 meter di ketinggian. Saat terjun ke di dalam air, kaki mereka masuk khususnya pernah untuk mencengkeram mangsa.