Inilah Hasil Riset Terkait Cara Tikus Bisa Kurangi Berat Badan Tanpa Diet

Inilah Hasil Riset Terkait Cara Tikus Bisa Kurangi Berat Badan Tanpa Diet

Inilah Hasil Riset Terkait Cara Tikus Bisa Kurangi Berat Badan Tanpa Diet – Tim peneliti baru saja menemukan bahwa tersedia tikus yang sukses kurangi berat badannya tanpa harus kurangi kuantitas makanan tiap harinya. Tikus yang di teliti juga tidak keluar terdapatnya perubahan kegiatan yang mempengaruhi metabolisme tubuh.

Lalu, bagaimana tikus ini bisa kurangi berat badannya? Simak informasinya sebagai berikut.

1. Penelitian di lakukan di Amerika Serikat

Tim peneliti berasal dari Perelman School of Medicine di Universitas Pennsylvania mendapatkan cara menjaga tikus yang terkena obesitas tanpa perlu mengurangi jatah makannya. Tikus ini di rawat bersama sitokin, sebuah kategori berasal dari protein berukuran kecil terhadap tubuh.

Salah satu sitolin yang di sebut sebagai TSLP (Thymic stromal lymphopoietin) ini dapat beri tambahan stimulasi kepada sistem kekebalan tubuh. Kemudian, sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan lipid, sejenis senyawa alami dalam tubuh.

2. Tubuh tikus mengeluarkan sebum

Lipid yang di hasilkan oleh tubuh tikus ini punya kandungan lemak. Kemudian, lipid di keluarkan segera lewat kelenjar minyak terhadap kulit. Jadi, sanggup di bilang kecuali tikus ini mengeluarkan keringat berwujud minyak berasal dari di dalam tubuh atau sebum. Dengan mengeluarkan lemak berasal dari tubuh, berat badan sanggup terjaga biarpun porsi makan senantiasa sama.

3. Tidak di teliti dengan sengaja

Pemimpin penelitian Taku Kambayashi, MD, Ph.D. mengatakan, “Ini merupakan temuan yang tidak di prediksi, tetapi kita berhasil tunjukkan bahwa menghilangkan lemak sanggup di jalankan bersama mengekskresikan kalori lewat kulit dalam bentuk sebum yang kaya akan energi.” Dalam penelitiannya, Kambayashi memimpin sistem penelitian bersama bersama seorang mahasiswa jurusan kesehatan tahun keempat, Ruth Choa, Ph.D.

“Kami percaya bahwa kita adalah group pertama yang tunjukkan langkah non-hormonal untuk lakukan sistem ini, tekankan sebuah peran tidak terduga pada sistem kekebalan tubuh.”

4. Hipotesis penelitian

TSLP adalah sejenis sitokin yang merupakan protein pada sistem kekebalan tubuh. TSLP sendiri memiliki peran dalam penyakit asma dan alergi lainnya. Tim penelitian Kambayashi melakukan penelitian tentang peran sitokin yang lebih dalam untuk mengaktifkan sel imun tipe 2 dan mengembangkan sel T regulator.

Hipotesis ini di dasarkan pada studi sebelumnya yang menyatakan bahwa sel-sel tersebut dapat mengatur metabolisme energi, peneliti memprediksi bahwa menangani tikus yang terkena obesitas dengan TSLP dapat menstimulasi respons kekebalan yang nantinya bisa menetralkan dampak berbahaya dari obesitas.

Kambayashi tidak memperkirakan hasil penelitian yang dapat menurunkan berat badan. Timnya hanya membayangkan bahwa sitokin ini hanya akan memengaruhi diabetes tipe 2 tanpa adanya efek pengurangan berat badan. Kambayashi dan tim hanya ingin mencari tahu apakah TSLP ini akan memengaruhi ketahanan insulin di dalam tubuh.